Perjalanan, barangkali manusia tidak akan lepas dari kata itu. Sesekali manusia memang ingin bersantai ria, tapi manusia pasti bakal melakukan suatu perjalanan. Saya yang suka dengan aktivitas jalan-jalan, jarang sekali untuk berfikir panjang kalau diajak melakukan suatu perjalanan. Ada yang pernah bilang kalau masa muda itu banyak waktu tapi gak punya uang. Barangkali statement itu boleh digaris bawahi mungkin ada yang sepakat dan ada yang tidak sepakat, tapi jujur memang kebetulan saya sedang banyak waktu dan minim uang (bukan berarti tak punya sama sekali) hehehe.
Kembali lagi ke perjalanan, yang tak boleh terlewatkan adalah salah satu perjalanan survei. Usut punya usut organisasi penempuh rimba yang saya sayangi akan melakukan suatu event fun rafting bertajuk Mari Basah. Singkat cerita ini adalah salah satu proker kami sebagai organisasi yang gemar berkegiatan di alam bebas, tujuannya supaya teman-teman diluar organisasi bisa main bareng, dan organisasi kami juga punya banyak relasi. Acara Mari Basah menuntun saya dan teman-teman menuju sungai Palayangan di Pangalengan , sebuah sungai yang memacu adrenalin.
Sebenarnya saya ingin bercerita seputar Pangalengan, ini pertama kalinya saya kesana. Berangkat sekitar jam 10 pagi, lumayan panas tapi cuacanya cerah dan bagus, selama perjalanan kenampakan alam benar-benar terlihat. Saya suka sekali pemandangannya saat melintasi daerah pangalengan, kenampakan gunungnya benar-benar menyita perhatian. Berdiri tegap, seger lan apik dah pokoknya. Karena termasuk di daerah tinggi jadi banyak pinus-pinus di sekitar jalan menuju Pangalengan. Tak jarang saya juga melewati perkebunan warga yang menanam sayur-sayuran. Di sebelah kiri jalan sesekali terlihat kebun teh.
Saya pernah baca-baca, kopi Bandung yang terkenal dari Pangalengan, itulah sebabnya saya semangat saat akan melakukan perjalanan menuju Pangalengan. Kebetulan saat perjalanan saya sempat melintas kebun kopi. Ada juga plang bertuliskan Kopi Malabar, tapi saya ndak sempat kesana karena tujuannya bukan untuk survei kebun kopi. Jadi saya lanjutkan perjalanan saya untuk survei sungai tadi. Tapi yang seru dari perjalanan kali ini, saat saya sedang survei sungai saya berjumpa dengan kebun kopi yang dihiasi pohon-pohon pinus. Duh saya merasa takjub, kebunnya juga rapi beda sekali dengan kebun kopi di daerah saya yang semrawut karena dalam satu tanah tidak hanya ditanami kopi, tapi ada pohon kelapa, pohon pisang, dan tak lupa pohon cengkeh.
kebun kopi di pinggiran sungai Palayangan
Setelah melakukan survei, kami akhirnya pulang ke Dayeuhkolot. Sebelumnya kami sudah berencana untuk kuliner ke Bakso Balap yang ada di Stadion Siliwangi. Jadi setelah perjalanan yang melelahkan ini kami langsung meluncur menuju lokasi, inginnya sih makan sum-sumnya ternayata hari itu bukan rejeki kami jadi kami gagal makan sum-sum karena menu andalan itu sudah ludes habis dipesan oleh para pecinta dan penikmat Bakso Balap. Untungnya masih ada 1 sum-sum yang akhirnya dibikin raramean untuk ber 9 orang. Akhirnya kami memesan menu lain yang masih ada, bakso urat dan bakso ranjau. Tenang, untuk masalah harga mulai dari Rp 20.000 cukup terjangkau untuk anak muda yang banyak waktu dan minim uang. Hehe.
tim kuliner Bakso Balap
Oiya setelah kuliner ini sebenernya saya ada janji dengan teman-teman saya yang lain untuk pergi ke Kineruku, tapi karena hanya buka sampai jam 8 malam maka kami memutuskan untuk tidak lanjut kesana. Akhirnya saya dan teman-teman pergi kuliner lagi ke rumah makan seafood Mas Gondrong lokasinya di sekitar Klenteng. Harganya super duper murah, saya makan nasi dan cumi hanya Rp 9.000 edan kan ?
Setelah makan, akhirnya kami memutuskan untuk mencari lokasi ngopi, setelah muter-muter sampai Dago akhirnya saya dan teman-teman melewati kedai kopi Coffindo tepatnya berlokasi di Jl. Siliwangi nomor 6 Bandung. Dari luar tempat ngopi ini rame banget, awalnya kita hampir kesusahan untuk mendapatkan tempat duduk tapi akhirnya dapat juga di bagian outdoor. Waktu memesan kopi disini sistemnya kita langsung pesan dan bayar. Tempat ini menyediakan berbagai jenis kopi dari Indonesia kalian bisa menikmatinya dengan mudah disini. Saat saya baca-baca di website coffindo.com ternyata Coffindo merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam pengolahan kopi yang kini usianya sudah 17 tahun. Coffindo juga beroperasi secara global, di website nya bisa dilihat juga seputar harga kopi dengan klasifikasi; Indonesia Arabica Single Origin, Indonesia Robusta Single Origin, dan Indonesia Specialty Coffee.
suasana Coffindo
Saat akan memesan banyak sekali menu kopi yang ada dan sebenernya bikin saya bingung tapi nggak tau kenapa ingin aja waktu itu pesen kopi Aceh gayo, nggak beberapa lama pesen dan nunggu akhirnya saya bisa sruput manja kopi malam itu. Setelah kami semua memesan, seperti biasa ngopi tak lengkap tanpa obrolan. Karena saya hanya wanita satu-satunya waktu itu, jadi saya harus siap mendegarkan obrolan seputar bola, atau dota yang dibahas oleh teman-teman saya. Mungkin malam terlalu malam obrolan kami pun menuju kearah mistis dan horror, perbincangan seputar hantu kampus sampai penunggu kontrakan pun kami bahas dalam bincang malam kali ini. Karena sudah dirasa larut akhirnya sekitar setengah 1 malam kami pun bergegas pulang, berharap tak ada cerita mistis yang mengiringi kami selama pulang. Wassalam.



0 comments