![]() |
| (Foto bersama para volunteer bisokop harewos #4, lokasi Nuart Bandung) |
Singkat cerita 2017 adalah masa-masa tersulit, banyak cobaan yang datang. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk mencari hal-hal baru diluar kegiatan kampus. Waktu itu saya mengetahui ada sebuah acara yang membutuhkan volunteer, sayapun mencoba mendaftar. Saya melihat info tersebuat dari akun instagram @nuartpark, tanpa pikir panjang sayapun langsung membuka link pendaftaran dan kepo akan akun acara tersebut. Bioskop Harewos, ya sebuah acara nonton film yang diperuntukan kawan-kawan tunanetra, menarik sekali. Cocok untuk saya yang sangat jauh dari rasa bersyukur dan mengeluh atas cobaan yang saya alami. Saya pernah mendapat wejangan pada suatu kajian, kurang lebih seperti ini:
Ketika saya berangkat dari kesedihan karena merasa banyak beban dan pikiran, ternyata saya pulang dengan dibekali kebahagiaan dan syukur yang berlimpah. Ketika saya menganggap sesuatu hal tidak mungkin dilakukan sahabat netra, nyatanya mereka justru melebihi batas ketidakmungkinan itu. Mereka luar biasa, mereka menginspirasi, mereka memberi banyak pelajaran.
Hari yang sangat saya tunggu 23 Juli 2017, sebelumnya saya dan kawan-kawan volunteer lainnya datang dalam sebuah acara briefing yang dilakukan di daerah Hergemanah. Intinya dalam acara briefing tersebut kami saling berkenalan, dan mempersiapkan acara untuk hari esok, tak terlalu serius, kami lebih banyak tertawa. Saya bertemu dengan salah satu sahabat netra namanya Kang Teguh, waktu itu saya berkesampatan untuk menjelaskan visual film Cek Toko Sebelah walau hanya 2 menit, karena memang baru simulasi maka hanya sesingkat itu.
Kang Teguh adalah sesosok yang aktif saat saya berbicara ia totally blind sejak lahir, tak banyak yang saya ketahui, yang pasti dia pernah ke Malang, main ke wisata petik apel katanya. Namun keesokan harinya di acara inti, saya mendapati bahwa seorang Kang Teguh mengambil kuliah di UNPAS, dan kini ia sudah mencapai semester 7. Bukankah itu hal yang membanggakan, sekaligus mengagetkan untuk saya. Saya kaget, saya tidak menyangka bahwa ia pun berkuliah, disitu saya merasa bahwa keterbatasan bukan halangan. Bahkan pengetahuan umumnya luas, ia pun juga menjelaskan tentang hukum-hukum di Indonesia. Sedangkan saya, saya hanya orang yang terlalu mengeluh dengan nikmat yang sudah saya dapat. Sungguh disitu saya merasa, saya tak perlu menyesali diri, justru kita hanya perlu menggali apa yang kita bisa, kemampuan yang mungkin selama ini terpendam karena kita terlalu malu untuk menunjukan kepada dunia.
Banyak sekali kawan-kawan netra yang menginspirasi, saya bertemu dengan Delia seorang perempuan remaja yang sangat ceria, dan dia termasuk salah satu yang aktif selama acara. Tak hanya itu ada Freedom, ia menderita low vision akibat mengejar cita-citanya menjadi seorang pilot. Sayang sekali saya tak begitu berbincang, saya tahu kisahnya sekilas dari kawan VR yang lain. Tak hanya itu, saya juga bertemu kawan baru mulai dari kawan satu kampus, kawan beda kampus, dan juga kawan-kawan yang memiliki macam-macam profesi mulai dari seorang guru, pustakawan hingga editor. SEGAN!!! Untuk kawan-kawan volunteer dan kawan-kawan Bioskop Harewos.
Oiya kali ini Bioskop Harewos berkolaborasi dengan komunitas dongeng Bengkimut, hmmm saya penasaran juga jadinya dengan komunitas ini. Intinya, tetaplah berkegiatan dan mencari apa yang ingin kalian cari dan yang ingin kalian ketahui karena banyak yang kita temui diluar zona nyaman kita dan ternyata semakin ingin kita mempelajari suatu hal disitu kita merasa masih banyak ilmu yang belum kita pelajari. Semoga kita semua istiqomah terus dalam belajar dan kebaikan!
Ingin tahu keseruan Bioskop Harewos 4? Kepoin youtube channel saya, nuhun ...
"Jika nanti anak-anakmu kurang bersyukur atas kehidupan, dan sering meminta ini itu tanpa sabaran, maka ajaklah mereka berbagi kepada yang membutuhkan, agar mereka tahu ada banyak orang diluar sana yang memiliki kekurangan, dan tak semudah yang dibanyangkan dalam mendapatkan sesuatu".Dari situlah saya merasa, tak perlu menunggu hingga saya punya anak, bahkan saya harus coba mulai dari sekarang. Saya dulu yang harus belajar kepada mereka yang memiliki keterbatasan. Saat pendaftaran saya memilih 3 divisi, yakni VR (visual reader), photrogafer dan videografer. Setelah pengumuman saya diterima di bagian videografer, dan kebetulan saya seorang diri. Disitu saya merasa bingung, sebab ini adalah kali pertama saya mencoba menjadi videografer dalam suatu acara.
Ketika saya berangkat dari kesedihan karena merasa banyak beban dan pikiran, ternyata saya pulang dengan dibekali kebahagiaan dan syukur yang berlimpah. Ketika saya menganggap sesuatu hal tidak mungkin dilakukan sahabat netra, nyatanya mereka justru melebihi batas ketidakmungkinan itu. Mereka luar biasa, mereka menginspirasi, mereka memberi banyak pelajaran.
![]() |
| (Kang Teguh, nomor dua dari kiri.) |
Kang Teguh adalah sesosok yang aktif saat saya berbicara ia totally blind sejak lahir, tak banyak yang saya ketahui, yang pasti dia pernah ke Malang, main ke wisata petik apel katanya. Namun keesokan harinya di acara inti, saya mendapati bahwa seorang Kang Teguh mengambil kuliah di UNPAS, dan kini ia sudah mencapai semester 7. Bukankah itu hal yang membanggakan, sekaligus mengagetkan untuk saya. Saya kaget, saya tidak menyangka bahwa ia pun berkuliah, disitu saya merasa bahwa keterbatasan bukan halangan. Bahkan pengetahuan umumnya luas, ia pun juga menjelaskan tentang hukum-hukum di Indonesia. Sedangkan saya, saya hanya orang yang terlalu mengeluh dengan nikmat yang sudah saya dapat. Sungguh disitu saya merasa, saya tak perlu menyesali diri, justru kita hanya perlu menggali apa yang kita bisa, kemampuan yang mungkin selama ini terpendam karena kita terlalu malu untuk menunjukan kepada dunia.
Banyak sekali kawan-kawan netra yang menginspirasi, saya bertemu dengan Delia seorang perempuan remaja yang sangat ceria, dan dia termasuk salah satu yang aktif selama acara. Tak hanya itu ada Freedom, ia menderita low vision akibat mengejar cita-citanya menjadi seorang pilot. Sayang sekali saya tak begitu berbincang, saya tahu kisahnya sekilas dari kawan VR yang lain. Tak hanya itu, saya juga bertemu kawan baru mulai dari kawan satu kampus, kawan beda kampus, dan juga kawan-kawan yang memiliki macam-macam profesi mulai dari seorang guru, pustakawan hingga editor. SEGAN!!! Untuk kawan-kawan volunteer dan kawan-kawan Bioskop Harewos.
Oiya kali ini Bioskop Harewos berkolaborasi dengan komunitas dongeng Bengkimut, hmmm saya penasaran juga jadinya dengan komunitas ini. Intinya, tetaplah berkegiatan dan mencari apa yang ingin kalian cari dan yang ingin kalian ketahui karena banyak yang kita temui diluar zona nyaman kita dan ternyata semakin ingin kita mempelajari suatu hal disitu kita merasa masih banyak ilmu yang belum kita pelajari. Semoga kita semua istiqomah terus dalam belajar dan kebaikan!
Ingin tahu keseruan Bioskop Harewos 4? Kepoin youtube channel saya, nuhun ...


0 comments